Biarkan cerita itu berlalu dengan sendirinya
Karena akan ada kisah baru untuk mengawali episode berikutnya
Berjuta kisah, dengan beribu pelakon berbagai rupa dan tingkah
Kita tak tahu dengan siapa akan bertemu nantinya
Sebab hidup itu misteri
Namun, yakin dan percaya saja
Jodoh di tangan Tuhan
Tak kisah timur, barat, utara dan selatan
Jika Ia menghendaki,
Kelak kita akan dipertemukan
Sajak sajak ditubuhmu
Kubaca pada detik detik malam terpanjang
Ketika tanganmu belum sempat memetik cinta
Ketika hatimu hanya berisi kasih sayang ayah dan bunda
Sebulir cahayamu jatuh dimata
Membasuhi lapisan hati dan jiwaku
Darah darahpun memuja mengagumi keindahanmu
Yang masih dalam kesucian jiwa
Aku slalu memikirkan kelusa'an masamu
Adakah cinta yang indah akan engkau dapati
Atau..... dirimu hanya permainan cinta belaka
Oleh para pecundang pecundang masa kini
Tergores jiwa dengan angkara
Terhapus rindu karna murka
Hilang arah sesat berkabung
Lebur jiwa dimuai mendung
Kala hati tampilkan amara
Kerut dahi katakan benci
Kala kondisi bisukan nurani
Muncul ego batas tak berperi
Coba kawan bayu menghembus
Tarik nafas dalam diam
Tenang raga niat tulus
Kurung murka dalam bekam
Coba kawan hati salju
Dingin embun basahi dahi
Henti duka luka waktu
Senyum mudah tepis emosi
Berat hati kala berperi
Malu diri habis emosi
Tenang menang kala senang
Dalam rindu akan senyuman
Coba kawan tersenyum bahagia
Lupa duka rebus pilu
Mungkin asa tak terbata
Namun hati suka rindu
Coba mengerti coba pahami
Tak ada dinding roboh dengan murka benci
Cukup cinta hadirkan senyuman
Bahagia hati hidup idaman
Sajak sajak ditubuhmu
Kubaca pada detik detik malam terpanjang
Ketika tanganmu belum sempat memetik cinta
Ketika hatimu hanya berisi kasih sayang ayah dan bunda
Sebulir cahayamu jatuh dimata
Membasuhi lapisan hati dan jiwaku
Darah darahpun memuja mengagumi keindahanmu
Yang masih dalam kesucian jiwa
Aku slalu memikirkan kelusa'an masamu
Adakah cinta yang indah akan engkau dapati
Atau..... dirimu hanya permainan cinta belaka
Oleh para pecundang pecundang masa kini
Tergores jiwa dengan angkara
Terhapus rindu karna murka
Hilang arah sesat berkabung
Lebur jiwa dimuai mendung
Kala hati tampilkan amara
Kerut dahi katakan benci
Kala kondisi bisukan nurani
Muncul ego batas tak berperi
Coba kawan bayu menghembus
Tarik nafas dalam diam
Tenang raga niat tulus
Kurung murka dalam bekam
Coba kawan hati salju
Dingin embun basahi dahi
Henti duka luka waktu
Senyum mudah tepis emosi
Berat hati kala berperi
Malu diri habis emosi
Tenang menang kala senang
Dalam rindu akan senyuman
Coba kawan tersenyum bahagia
Lupa duka rebus pilu
Mungkin asa tak terbata
Namun hati suka rindu
Coba mengerti coba pahami
Tak ada dinding roboh dengan murka benci
Cukup cinta hadirkan senyuman
Bahagia hati hidup idaman









